H Murasman lahir di di desa sulak mukai pada tanggal 23 februari 1942, beliau penah mengenyam pendidikan yaitu SR pada tahun 1957 yang berlokasi di syiulak gedang, SGB yang setara dengan sltp pada saat ini yaitu tahun 1960, SGA pada tahun 1993 yang bertempat di sungai penuh, SPSLP pada tahun 1963 dan melanjutkan S1 pendidikan di Unja dan lulus pada tahun 2004, kemudian beliau mengambil S2 jurusan manajemen di Surapati Jakarta pada tahun 2005.
Sosok Bapak H Murasman terkenal aktif di organisasi dan lembaga lain, itu terbukti dengan pernahnya beliau menjadi Ketua Gapensi pada tahun 1974, Kadin Kabupaten kerinci pada tahun 1983, ketua yayasan STIT tahun 1985 sampai sekarang.
Pada tahun 2004 beliau pernah menjabat sebagai anggota DPRD kerinci dan akhirnya menjabat sebagai Bupati kerinci pada tahun 2009 sampai tahun 2013.
Tahun 2013 adalah hari yang bersejarah bagi masyarakat yang menuntuh hak atas wilayah adat mereka.
Maka dikuhlahlah 5 hutan hak adat pada masa itu yaitu hutan adat yang berada di Kemantan , hutan adat Pungut mudikk, hutan adat pungut hilir, hutan adat tanjung genting, hutan adat sungai desas dan hutan hak adat pendung hilir.
Kelima hutan adat ini dikuhkan di bukit tengah siulak di tangan beliaulah hutan hak adat ini ada dan sepantasnya pula beliau di gelar 'Bapak Hutan Adat Kerinci(gibran lhc)
Rabu, 01 Maret 2017
Minggu, 01 Mei 2016
Gawat...Lahan TNKS bukit kabut Pemetik sudah mulai di garap orang selatan
Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan mengenai penyebab konflik harimau dengan manusia. pertama, kondisi hutan di sekitar daerah konflik yang meliputi luas turupan hutan alami, luas hutan yang rusak dan penyebab timbulnya kerusakan hutan. TNKS yang begitu luas dan dengan jumlah personil polhut yang begitu sedikit. Sampai detik ini ilegaloging, perburuan, dan perambahan hutan masih terus berlangsung. Jumlah personak yang tidak sebanding, serta lemahnya dukungan masyarakat akibat lemahnya pemahaman yang utuh tentang hutan, telah menyebabkan TNKS terbagi-bagi dalam wilayah yang masih berhutan alami, wilayah dengan hutan rusak serta wilayah hutan yang sedang di jarah oleh perambah, sebagai concoh di daerah Renah Pemetik tepatnya di bukit kabut hutan alami sudah mulai di buka oleh orang selatan dan bukan masyarakat Kerinci, itu akan berdampak buruk karena biasanya orang selatan membuka hutan dengan berombongan, Bupati Kerinci dan Pihak Tnks harus menyelesaikan masalah tersebut(hijau conservation.roma)
Gawat...Lahan TNKS bukit kabut Pemetik sudah mulai di garap orang selatan
Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan mengenai penyebab konflik harimau dengan manusia. pertama, kondisi hutan di sekitar daerah konflik yang meliputi luas turupan hutan alami, luas hutan yang rusak dan penyebab timbulnya kerusakan hutan. TNKS yang begitu luas dan dengan jumlah personil polhut yang begitu sedikit. Sampai detik ini ilegaloging, perburuan, dan perambahan hutan masih terus berlangsung. Jumlah personak yang tidak sebanding, serta lemahnya dukungan masyarakat akibat lemahnya pemahaman yang utuh tentang hutan, telah menyebabkan TNKS terbagi-bagi dalam wilayah yang masih berhutan alami, wilayah dengan hutan rusak serta wilayah hutan yang sedang di jarah oleh perambah, sebagai concoh di daerah Renah Pemetik tepatnya di bukit kabut hutan alami sudah mulai di buka oleh orang selatan dan bukan masyarakat Kerinci, itu akan berdampak buruk karena biasanya orang selatan membuka hutan dengan berombongan, Bupati Kerinci dan Pihak Tnks harus menyelesaikan masalah tersebut(hijau conservation.roma)
Kota Sungai Penuh harus mengindahkan konservasi tanah di ulu sungai
Akibat tidak mengindahkan konservasi tanah maka banyak musibah yang terjadi di Kota Sungai Penuh mulai dari banjir sampai runtuhnya irigasi yang berada di wilayah sungai air bungkal Kota Sungai Penuh, pemandangan ini rutin kita lihat apabila hujan datang melanda kota Sungai Penuh atau hujau lebat di hulu sungai (bukit selongsong) maka secara tiba-tiba air sungai pun meluap tak terkendali, tidak sedikit rumah yang hanyut, harta benda dan ladang masyarakat yang terkena longsor, harapan lembaga hijau conservation pemerintah Kota sungai penuh memperhatikan kondisi dan mengindahkan konservasi tanah di ulu sungai dengan melakukan penghijauan dan reboisasi
Senin, 19 Oktober 2015
Profil Hijau Conservation
LEMBAGA HIJAU
CONSERVATION
LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PELESTARIAN SUMBER
DAYA ALAM DAN KONSERVASI
PROFIL
Semenjak tahun 1995 berdirilah
kelompok kecil yang bergerak di bidang pecinta alam yang bernama Kerinci Hijau
Club dengan 20 anggota semasa itu,setelah lama berkecimpung di bidang pecinta
alam pada tahun 2010 perkumpulan ini di Notariskan dengan pembuat akta Notaris
Tuan Fedy Kesaria,S.H. M.Kn dengan nomor notaris 13 tanggal 21 Januari 2010.
Kegiatan kegiatan kecilpun di adakan di antaranya :
1 . Mengadakan pembibitan swadaya
yang terdiri dari tanaman Surian yang di bagikan kepada Kelompok-kelompok tani
secara gratis
2 . Mengadakan kegiatan-kegiatan
Penghijauan di 10 lokasi yang di anggap kritis dan gersang yang berada di kota
Sungai Penuh
3 . Mengadakan kegiatan Lomba
melukis pemandangan alam di Kota Sungai Penuh sebagai salah satu kampanye
Kerinci Hijau Club dalam penyadartahuan masyarakat tentang tentang alam dan
lingkungan
4 . Mengadakan kegiatan
pengamatan Burung di daerah penyangga TNKS.
Tahun berganti tahun sesuai pula dengan banyaknya anggota yang di rekrut
setiap tahunnya dalam kegiatan tahunan Diklatsar atau Pendidikan Latihan Dasar
Pecinta alam yang bertujuan menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya
penyelamatan alam dan lingkungan, Kerinci hijau Club memiliki 12 angkatan yang
terdiri dari kurang lebih 15 orang anggota per angkatannya, terdata sampai
tahun 2015 sebanyak 145 orang anggota, dengan banyaknya anggota dan bertambah
pula devisi di dalam pengurusan Kerinci Hijauclub membuat Pengurus membuat
wadah baru yaitu Lembaga Hijau Conservation, Lembaga ini sebagai induk dari
pada komunitas Kerinci Hijau Club berdiri pada tanggal 1 Juni 2014 di Kota
Sungai Penuh Kerinci dan telah di notariskan dengan nomor notaris 08 tanggal 11
Juni 2014 dengan pengurus sebagai berikut :
1 . Dewan Pakar : Dpt.
Roma Indra
Watris Zulmaizar. A.Md
Robi
Gusandra
2 . Direktur Eksekutif : Neko Fesdiamon.
A.Md
3 . Sekretaris :
Nisrina,S. Sos
4 . Bendahara : Hengki Yolanda. A.Md
Lembaga Hijau Conservation
dirikan dengan maksud untuk penyelamat lingkungan dan kelestarian pemanfaatan
sumber daya alam yang berkelanjutan dan usaha-usaha yang mendorong masyarakat
untuk mandiri dalam beberapa paktor ekonomi dan budaya. Adapun kegiatan yang
pernah di adakan yaitu :
1 . Kegiatan Kali bersih di Kota
Sungai penuh dan Kerinci sebagai bentuk kampanye LHC terhadap pentingnya Sumber
air yang bersih
3 . Mengadakan Kampanye Stop
Buang sampah di sungai di sekolah-sekolah yang ada se-Kota Sungai Penuh
4 . mengadakan kegiatan
Penghijauan di Hutan adat Kemantan Kerinci bekerja sama dengan AKAR NETWORK
5 . mengadakan kegiatan
sosialisasi pupuk organik di tingkat Kota Sungai Penuh
6 . Mengadakan kegiatan
Monitoring Harimau Sumatera memasang Kamera Trap di kawasan TNKS membantu tim
FFI
7 . Mengadakan kegiatan kampanye
lingkungan dalam tema “melawan asap” serta membagi masker kepada masyarakat
bekerja sama dengan organisasi pemuda yang ada di kerinci
8 . mengadakan kegiatan
sosialisasi pupuk organik bersama dengan PT Sido Muncul
9 . Mengadakan surfey dan
pemetaan dan pengamatan burung di hutan adat Kemantan,Pungut Mudik dan Hutan
adat Hiang bekerja sama dengan LTA (Lembaga tumbuh alami)
10 . Mengadakan pembinaan generasi
muda dalam program Pemuda Produktif
11 . Mengadakan kampanye Stop
Perdagangan Burung yang Dilindunggi di sekolah-sekolah di Kota Sungai Penuh dan
Kabupaten Kerinci.
12 . Mengadakan kegiatan sekolah
alam di kota sungai Penuh yang bertujuan untuk memupuk kesadaran generasi muda
tentang alam dan lingkugan serta meningkatkan rasa cinta tanah air bangsa dan
negara.
13 . Mengadakan kegiatan
penghijauan bekerja sama YAYASAN AMDAL INDONESIA (YAI- Jambi)
14 . Mengadakan sosialisasi
kepada pelajar tentang bagai mana cara mengolah sampah sebagai barang yang
berjual tinggi.
Jumat, 16 Oktober 2015
Spesies di lindunggi" Kakatua jambul kuning di Kota Sungai Penuh
(Gambar burung kakatua yang di ambil oleh tim lhc di kota sungai penuh)
KAKATUA JAMBUL KUNING, Satwa liar yang di lindunggi ini memiliki peran penting pada masing masing habitat, dimana secara ekologis dapat mengendalikan keseimbangan okosistem menjadi stabil dan membantu regenerasi jenis lainnya. Spesies ini Tergantung pada makanannya biji bijian dan binatang binatang kecil.
Dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kakatua jambul kuning spesies yang menarik untuk di di yeliti dari berbagai aspek biologi,ekologi,genetika,perilaku,perburuan ilegal dan sosial budaya. Akam tetapi jenis satwa ini banyak di jual belikan bebas di pasar burung indonesia mengapa tidak dengan ciri khas birung berwarna putik indah di pandang mata.Hijau conservation melalui kampanyenya melakukan pendidikan konservasi dan penyadartahuan bagi masyarakat tentang pentingnya penyelamatan spesies birung langka dan di lindunggi ini(hijau conservation)
Rabu, 14 Oktober 2015
Sekilas Hijau Conservation
Lembaga Hijau Conservation adalah lembaga yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat,pelestarian sumber daya alam,lingkungan dan konservasi, yang berkantorkan di jalan Mohd Husni Thamrin no O2 rt 07 Koto pinang, Sumur Anyir Kota Sungai Penuh. Lembaga hijau konservation adalah induk dari perkumpulan Pecinta Alam Hijau club yang telah di notariskan semenjak 10 tahun yang silam, sekarang terdata lebih dari 150 orang yang tergabung di dalam komunitas Hijau club dan 30 orang untuk pengurus harian Lembaga Hijau Conservation.
Adapun pengurus LHC adalah sebagai berikut Direktur eksekutif saudara Neko Fesdoamon, A.mD.sekretaris saudari Nisrina.S,pd. Bendahara atau keuangan saudara Hengki Yolanda.A,mD, dan beberapa koordinator seksi lainnya, LHC dengan dewan pakar dua orang yaitu Dpt.Roma Indara dan Watris Zulmaizal.A,mD.sebagai salah satu lembaga yang bergerak di masyarakat LHC pun Eksis dalam upaya kampanye dan penyelamatan sumber daya alam yang ada di luar kawasan taman nasional maupun di kawasan taman masional(hijau conservation)
Langganan:
Postingan (Atom)





