Powered By Blogger

Selasa, 02 September 2014

HUTAN ADAT KERINCI,'Hutan Adat Pungut Mudik,Oleh Roma Indra Akmaldin(Hijau Conservation)



GEOGRAFI
Kabupaten Kerinci terletak di antara 1 derajat 40 menit Lintang Selatan sampai 02 menit Lintang  selatan dan di antara 108 derajat 08 menit Bujur Timur. Batas wilayah Kabupaten Kerinci sebelah Utara Kabupaten Solok, Selatan Kabupaten Merangin, Timur  berbatasan dengan Muaro Bungo dan Barat berbatasan dengan Propinsi Bengkulu.
Kabupaten Kerinci beriklim tropis, Suhu rata-rata 21,9 derajat Calsius. Kabupaten Kerinci merupakan bagian dari Propinsi Jambi dengan Ibu kotanya Siulak , Kerinci sebagiannya adalah Taman nasional Kerinci Seblat dengan Luas 205.000 ha. Yang memiliki pergunungan berupa Bukit Barisan. Kerinci sendiri memiliki Gunung merapi Aktif yaitu Gunung Kerinci 3805 Mdpl yang merupakan Atap Sumatera yaitu Gunung tertinggi di Sumatera dan Gunung aktif  yang tertinggi Di Indonesia, suhu di puncak Gunung Kerinci mencapai 5 derajat celsius. Di samping Gunung Kerinci berdiri dengan tegap dan indah Gunung tujuh dengan danau vulkanik tertinggi di Asia tenggara, di kelilinggi 7 gunung, menjadikan  gunung ini sangat di gemari oleh para wisatawan. Disamping keindahan Kerinci juga keramahan masyarakat yang ada di desa. Kabupaten Kerinci yang terbagi dengan kecamatan dan Desa-desa kecil di dalamnya, ada yang menarik di salah satu desa yang ada di Kabupaten Kerinci Salah Satunya Desa Pungut Mudik, Desa Pungut Mudik Terletak Di lembah bukit yang di penuhi perpohonan yang lebat yaitu hutan. Desa Pungut Mudik memiliki jumlah penduduk  berjumlah 813 jiwa dengan 290 kepala Keluarga, mayoritas masyrakat pungut mudik bermata pencaharian sebagai petani




 



                                                             Photo  Roma hijau : kegiatan seharian nenek-nenek yang menunggu senja datang
MENGENAL HUKUM DI KERINCI
Hukum di Kerinci ada dua yang sering di pakai masyarakat Kerinci yang pertama Hukum Syarak adalah hukum yang berlandaskan dan berdasarkan Kitap Suci Umat Islam Yaitu Al-Qur’an dan Hadist, yang kedua adalah Hukum Adat adalah hukum yang berlandaskan adat dengan nama Hukum yang Empat  yang artinya sko ateh tumbuh,lembago ateh tuang yang terdiri dari lembago dapur,lembago kurung,lembago adat dan lembago alam.
Yang melanggar hukum adat adalah bila dilakukan oleh pemuka adat yaitu melanggar pucuk larangan dengan istilah jatuh di pamanjat hanyut dipulaya, terkuncup payung, rebah mahkota, hilang gelar dan nama di denda dengan denda adat beras seratus kerbau seekor itu adalah dnda yang terberat yang ada di peratutan adat Kerinci, Di Desa Pungut Mudik juga mengunakan Hukum yang sama seperti tertera di atas, di samping denda ninik mamak dan denda anak jantan,adapun yang di maksud denda anak jantan adalah denda yang paling ringan yaitu beras 20 kambing seekor.



                                                            Photo Roma hijau : Sawah masyarakat dengan latar belakang Hutan Adat Pungut Mudik
SEJARAH  ADAT PUNGUT MUDIK
          Hutan adat Pungut Mudik awalnya sudah di rencanakan dan di ajukan oleh beberapa orang masyarakat Pungut Mudik, Yandri Yanto Salah satu masyarakat desa Pungut mudik salah seorang yang dengan gigih mempertahankan Hutan adat tersebut,menurutnya Hutan adat tersebut telah ada sejak 10 tahun yang lalu tetapi belum di resmikan dan di syahkan oleh pejabat pemerintah kabupaten Kerinci pada saat itu,,menurutnya masyarakat harus menjaga Hutan adat tersebut karena Hutan tersebut berada di atas Desa Pungut Mudik itu sendiri dan kalau tidak di lestarikan maka desa pungut mudik akan tenggelam oleh longsonrnya bukit yang di atas desa tersebu.Hingga suatu saat mereka bertemu dengan, Emma Fatma direktur Lembaga Tumbuh Alami(LTA) untuk membicarakan masalah Hutan adat Pungut Mudik tersebut,selama perjalan waktu yang panjang bersama Lembaga Tumbuh Alami Hutan Adat Pungut Mudik resmi di kukuhkan menjadi Hutan adat yang di resmikan Bupati Kernci Murasman  acara pekan Penghijauan Nasional yang bertempat di Syulak, dengan pengukuhan tersebut sekarang resmilah Hutan adat pungut Mudik Trsebut masuk dalam 10 hutan adat kerinci.
 


SISTIM PENGAMANAN HUTAN ADAT PUNGUT MUDIK
Ada yang menarik dalam sistem pengamanan Hutan Adat pungut mudik ini yaitu Patroli yang dilakukan 2 kali dalam satu bulan,kegiatan ini dilakukan masyarakat pungut mudik tanpa komando dari pengurus Hutan adat atau Kepala desa.Semangat ini menjadi pendorong dalam pembentukan Hutan Adat tersebut,dengan tidak menuntut gaji kegiatan Patroli ini terus di lakukan.Adapun tujuan Patroli ini adalah untuk mengamankan hutan adat dari perambahan,pencurian kayu dan Pemburuaan Burung.

Senin, 01 September 2014

PENGHIJAUAN BUKAN UNTUK DI LOMBAKAN

           Penghijauan adalah kegiatan sosial atau kepedulian seseorang akan pentingnya lingkungan yang sejuk dan nyaman artinya Penghijauan ialah menanam sebatang pohon yang nantinya berguna untuk manusia dan seisi bumi,binatang butuh daun untuk dimakan,burung butuh biji untuk dimakan,Manusia butuh oksigen untuk dihirup, Kenapa tidak semua yang ada di dunia ini butuh satu batang pohon.Kesadaran akan kepedulian itulah yang mendorong kita untuk melakukan Penghijauan.HIJAU CONSERVATION dengan KPA HIJAU KERINCI menolak Penghijauan itu di pertandingkan atau di lombakan,Ari Sakti salah satu anggota KPA HIJAU mengatakan"kalau si pemenang lomba penghijauan mengganggap kemenangan itu sebagai pendorong untuk berbuat lebih banyak lagi.itu tidak masalah,jangan sampai sebaliknya, berhenti sampai di sana,dan penilaian yang bagai mana yang bisa membuat satu orang dan satu lembaga bisa menang,,itu perlu di pertanyakan"ujarnya.
          Perlu pembuktian untuk setiap keiklasan yang kita perbuat untuk membangun negeri ini,dengan semangat untuk lestari(hijau conservation)

Senin, 25 Agustus 2014

GOLDI RINJANI MONTANA, "memupuk kesadaran cinta alam sejak dini"

Goldi Rinjani Montana Roma
Sejak usia balita,Goldi rinjani montana(10 Th)selalu di ajak sang ayah,Roma",bermain di kaki gunung,mencoba berbagai permainan dan menikmati pemandangan di sekitarnya seperti camping,pengamatan burung dan kegiatan Konservasi lainnya.Aktifitas ini jarang sekali di lakukan oleh anak-anak sebayanya karena emiliki resiko,akan tetapi hal itu di lakukannya semata-mata hanya untuk mendidik anaknya untuk peduli,mencintai lingkungan dan alam.Goldi Rinjani Montana sudah melakukan pendakian di antaranya Gunung Kerinci,gunung Tunuh,Danau belibis dan lain-lain.Hobby itu sangat mlekat di diri Goldi Rinjani Montana

Minggu, 24 Agustus 2014

Manfaat Air untuk kehidupan

Salah satu manfaat air untuk kehidupan manusia adalah untuk penerangan, dengan cara membuat kincir air untuk memutar dinamo listrik,hal ini sudah di lakukan oleh masyarakat kerinci yang berada di kawasan pinggir hutan seperti Renah Pemetik,walau pun jauh dari ibu kota Kerinci tidak membuat semangat masyarakat Kemantan yang berada di Renah Pemetik untuk mendapat penerangan listrik.
Pak ngah salah seorang masyarakat Kemantan yang berladang di sana mengatakan bahwa renah pemetik jauh dari jangkauan listrik,harapannya Pemerintah Kerinci memperhatikan listrik Renah Pemetik(photo,RIA.hijau conservation)

Rabu, 06 Agustus 2014

Sebalik sumpah

Biji buah sebalik sumpah sudah lama di kenal orang rimba sebagai bahan membuat aksesoris seperti kalung dan gelang. Nama 'Sebalik Sumpah' sendiri mempunyai arti sumpah yang berbalik. Dalam keyakinan orang rimba, konon dengan menggunakan kalung atau gelang sebalik sumpah si pemakai akan terhindar dari sumpah buruk orang-orang yang berniat jahat padanya. Justru sumpah buruk itu akan kembali pada orang yang menyumpahi. Sumber: Warsi
photos:Ketua Hijau Club(Hengki Yolanda)

Jumat, 01 Agustus 2014

ayat-ayat Al-qur'an tentang lingkungan hidup

Ternyata cukup banyak penjelasan tentang lingkungan yang pada alkitab pedoman hidup kita,Al-qur'an.dan itu bisa menjadi salah satu dari ribuan alsan mengapa kita harus tetap menjaga kelestariannya.tidakkah anda-anda para perusak lingkunagan yang KATANYA beragama islam mengetahuinya???????

Surat Ar Rum [30] ayat 41-42 tentang Larangan Membuat Kerusakan di Muka Bumi
Artinya : “Telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah : Adakanlah perjalanan dimuka bumi dan perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS Ar Rum : 41-42)
 
Dari ayat tersebut di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa kerusakan alam dan lingkungan di muka bumi tidak lain merupakan kerusakan yang di buat oleh para khalifah di muka bumi itu sendiri (manusia) yang seharusnya menjaga dan merawat tapi malah merusak dan mencemarkan tempat tinggalnya sendiri.
memang tidak semua orang menyadarinya,tapi disinilah kita sekarang di bumi yang penuh dengan sampah,limbah,polusi,yang siap membunuh kapan saja,yang akan membawa kiamat kepada kita.
surat Ar rum (41-42) di atas hanyalah salah satu dari banyak surat yang menjelaskan tentang alam dan kerusakannya,dan ada masih ada banyak surat lagi seperti : Al mulk (15),Surah Al A’raf (56-58),Surat Sad (27) dll.

 

 

Renah Pemetik

Minggu kemaren saya dan teman teman pergi ke Suatu tempat yang berada di tengah hutan Taman Nasional Kerinci seblat,Robi,Hery,Hengki,Chua,Hendro,Ari elang,Ari hijau dan saya sendiri (Roma Indra) .Kami berangkat jam 6 pagi menuju lokasi dengan mengendarai sepeda motor.tidak terasa sudah 4 (empat) hari kami di sana membuat kami terlena dengan keindahan alam Renah Pemetik,udara yang sejuk,angin bertiup dan kicau burungpun warnai lingkungan di sana.Kami bekerja di sana di sebuah ladang kakek nasir yang di dalam kebun beliau ada tumbuhan Kopi Arabika,sungguh beruntung kakek Nasir  dengan kopi yang berbuah lebat,sebentar lagi mau panen."hore..hore..teriakan kakek nasir dengan senyum sambil memandang pohon kopi arabikanya. Disisi lain kami sedang sibuk mengisi polibag yang menurut kakek nasir akan di tanami Kopi arabika di polibag tersebut.tidak tersa lebaran pun akan datang. Kami rindukan suara takbiran ,hingga kami memutuskan untuk pulang kerumah.