Powered By Blogger

Minggu, 12 Oktober 2014

Kampanye lingkungan,wawancara/dialog(RRI SUNGAI PENUH) Stop asap dan Stop buang sampah di Sungai



   









     Bahaya asap yang kita rasakan sekarang telah meningkat dari hari-hari sebelumnya, jarak pandang kita hanya sampai 50 sapai dengan 100 meter saja, mengapa tidak asap tersebut berasal dari propinsi yang kita cintai yaitu hutan gambut Muaro jambi tanjung jabung timur, terdapat 11 titik kebakaran yang tersebar di sela kegiatannya Hijau Conservation melakukan kegiatan Kampanye lingkungan Stop buang sampah di sungai dan dialog atau wawancara eksklusif di Radio Republik Indonesia (RRI) Kota sungai penuh pagi ini jam 09.00 wib di samping membahas masalah Asap juga membahas masalah kampanye lingkungan , tentang larangan membuang sampah di sungai, karena kita ketahui bersama akan akibat banyaknya sampah di sungai, bisa membuat meluapnya air ke pemukiman apabila hujan datang,dan kita ketahui bersama tahun 2014 ini adalah tingkat kekeringan paling tinggi menuerut BMKG propinsi Jambi, dan akan turun hujan pada akhir oktober ini,semua aspek kita harus perhatikan di saat kemarau dan juga disaat hujan turun nantinya...........Hujan yang lebat nantinya sering kali menimbulkan banjir Bandang  , pemandangan ini mungkin i setiap tahun pasti ada, di televisi sering di tayangkan dan bahkan ada yang memakan korban nyawa. Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan karena volume air yang meningkat sangat besar.Banjir dapat dapat terjadi bila air yang ada di sungai meluap akibat turunnya hujn besar,  adanya bendungan sungai yang pecah atau penyumbatan kali oleh tumpukan sampah.
        Gejala alam seperti banjir terkadang sulit untuk di ketahui atau di ramalkan sebelumnya. Hal ini terjadi karena turunnya hujan lebat yang merupakan pemicu yang terkadang tidak bisa di perkirakan sebelumnya. Namun, kita bisa belajar apa yang menyebabkan terjadinya banjir dan apa akibat banjir. Kita juga mengetahui daerah-daerah yang rawan akan terjadi banjir.
Masyarakat haruslah memulai untuk melakukan sedikit tindakan yang akan bisa menguranggi atau mencegah datangnya banjir dengan tidak membuang sampah di sungai dan harus memperhatikan penyebab-penyebab terjadinya banjir seperti.
-          Curah hujan yang tinggi sehingga sungai tidak dapat menampung air hujan sehingga meluap dan melimpah.
-          Hutan gundul, hutan yang gundul tidak akan mampu menyerap air hujan. Karena tidak ada yang menyerap, air yang turun ke tempat yang rendah bersama  tanah. Akhirnya, terjadi banjir yang biasa kita sebut banjir bandang.
-          Aliran air, yang tersumbat. Kebiasaan manusia yang suka membuang sampah sembarangan di sungai dapat menimbulkan malapetaka. Pada saat hujan turun, air tidak bisa mengalir dan akhirnya meluap dan terjadilah banjir.
Bencana banjir lebih banyak di sebabkan dan terjadi karena ulah manusia itu sendiri. Pengelolaan alam yang tidak benar akan menyebabkan banjir, Karena itu marilah bersama untuk menjaga lingkungan dengan baik dan benar dengan tidak membuang sampah di sungai dan membakar lahan untuk membuka lahan,Stop Asap & Stop buang sampah di sungai

BAHAYA ASAP DI SUNGAI PENUH



        Bila kita cermati di dekat kita, pemandangan yang sangat miris. Kita bisa melihat kabut asap yang tebal yang menghambat penglihatan mata kita, kenapa tidak, kabut asap tersebut sekarang membuat jarak pandang kita terhambat kita hanya bisa melihat apa yang ingin kita lihat dengan jarak 50 sampai  100 meter saja itu pun dengan kondisi mata yang pedih. Kabut asap selain menghambat pemandangan juga akan menimbulkan bahaya seperti pengedara motor dan mobil akan rentan terjadi kecelakaan, di samping itu masyrakat sudah mulai terkena sesak napas dan akan mungkin menyakit yang parah sekalipun seperti infeksi pernapas dan asma. Kabut asap yang kita lihat pada saat ini adalah adalah akibat terbakarnya lahan yang berada di titik panas hasil pantauan satelit di jambi 17 titik panas, Muaro jambi 2 titik panas, Tanjung jabung barat 9 dan Tebo 6. untuk mencegah dan memadamkan api dari akibat pembakaran lahan tersebut perlu perhatian Pemerintah setempat yang mana asal asap tersebut berada, dan masyarakat pun di himbau untuk tidak membakar lahan atau ladang dan bekas jerami padi yang ada di sawah dengan kerja sama yang baik tersebut di harapkan kabut asap akan berkurang menunggu datangnya hujan. Dan masyarakat untuk mencegah terjadinya penyakit sesak napas dan penyakit pernapasan lainnya senantiasa memakai pengaman seperti masker untuk melindunggi kita debu-debu dan kabut asap yang melanda di daerah kita.

Sabtu, 11 Oktober 2014

MANUSIA DAN SAMPAH








   Sampah. Dari keseluruhan proses hidup yang kita nikmati, selalu ada ujung yang kotor,:sampah. Kita berkegiatan di rumah dan di luar rumah, kita akan menghasilkan sampah. Kita minum dan kita menyampah. Kita berpergian pun   kita juga menghasilkan sampah , kita sakit, kita menulis juga menghasilkan sampah yaitu sampah kertas. Dahulu mungkin orang tidak membayangkan sampah dari satuan orang demi orang bisa menjadi sebuah gunung tinggi yang membahayakan kita semua, gunung sampah bisa longsor dan mematikan. Tapi gaya hidup orang moderen masa kini yang konsumtif memang telah menghasilkan sampah yang menggila. Tidak saja pada volumenya, tapi juga pada macamnya dan itupun sulit hancur bersama tanah. Disisi lain sampah memberi kehidupan, orang-orang memilih dan memilah sampah dan sampah-sampah yang layak untuk di jual memberi mereka beberapa puluh ribu rupiah. Dan sesudah itu kehidupan pun di sambung hari demi hari, bagi mereka pekerjaan itu menjadi berkah tersendiri, di balik adanya berkah terhadap sampah merekapun terkadang tidak menghiraukan akan bahaya sampah,penyakit dan sumber penyakit yang di timbulkan oleh sampah tersebut, kuman dimana-mana, jelatung juga ada di sebalik sampah yang mereka kais.sungguh menyedihkan. Tumpukan sampah yang menggunung juga bisa membahayakan kita sebagai contoh pada tahun 2005 tragedi sampah longsor terjadi di Jawa Barat di daerah cimahi,gununggan sampah yang tingginya kira-kira 22 meter longsor dan menimbun pemukiman-pemukiman di dekatnya dalam tragedi itu pun tidak hanya harta nyawapun di renggutnya,ada 88 orang meninggal dunia dalam tragedi itu. Bagaimana mencegh tragedi tersebut, harus di kembalikan kepada pemerintah setempat dan semestinya yang mengolah sampah-sampah itu adalah mesin, dengan sedikit orang. Untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi. Belajar dari tragedi tersebut di atas kita harus memulai untuk memperhatikan lingkungan sekitar kita, kita jangan membuang sampah sembarangan tempat, di tempat umum dan sungai-sungai . Sampah sebenarnya kalau kita serius bisa menghasilkan dan menambah pendapatan untuk keluarga dengan mengolah sampah- sampah menjadi barang yang berharga dengan cara-cara mendaur ulang.(sambung,Daur Ulang)RIA

Kamis, 09 Oktober 2014

SAMPAH BISA DI DAUR ULANG

Ternyata sampah yang ada di sekitar kita bisa di olah menjadi barang-barang berguna , Kertas koran, kertas bekas, botol minuman plastik dan juga limbah-limbah kayu bekas potongan perabotan atau furniture, kita bisa mengemas dan membuat bermacam macam kerajinan yang berharga. Salah satu kegiatan sahabat-sahabat Hijau conservation melalui sanggar kecil kreatif yang bernama WAROENG HOETAN, memanfatkan hasil limbah sampah tersebut dan menghasilkan berbagai macam karya seni dan kerajinan(angan tukang cinda). Lukisan saudara ulauk

Minggu, 05 Oktober 2014

BAGAI MANA PERIZINAN TOKO JUAL BELI BURUNG..?

      Kota sungai Penuh memiliki banyak toko yang menjual belikan burung dengan bebas,mereka menjual bermacam-macam jenis burung termasuk burung yang di lindunggi dan burung yang hampir punah. Tindakan ini perlu perhatian serius bagi pengamat burung, pecinta burung dan KSDA, Menurut survey yang di lakukan oleh KBC dan Hijau conservation, burung burung tersbut berasal dari  kawasan TNKS yaitu daerah Pungut Mudik, Bukit Tapan, Masgo, dan di tempat lainya di sekitar TNKS, mereka menjual burung dengan jumlah yang relatif banyak dan mengirim ke luar Kota Sungai Penuh seperti Bukit Tinggi, Padang, Jambi dan Pekan baru hasil survey menyebutkan burung yang banyak di kirim seperti Poksai Kepala Putih.(Roma hijau conservation)

Jumat, 03 Oktober 2014

KAMPANYE LINGKUNGAN,"STOP BUANG SAMPAH DI SUNGAI"





         Hujan yang lebat sering kali menimbulkan banjir Bandang  , pemandangan ini mungkin  setiap tahun pasti  ada, di televisi sering di tayangkan dan bahkan ada yang memakan korban nyawa. Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan karena volume air yang meningkat sangat besar.Banjir dapat dapat terjadi bila air yang ada di sungai meluap akibat turunnya hujan besar,  adanya bendungan sungai yang pecah atau penyumbatan kali oleh tumpukan sampah.
Gejala alam seperti banjir terkadang sulit untuk di ketahui atau di ramalkan sebelumnya. Hal ini terjadi karena turunnya hujan lebat yang merupakan pemicu yang terkadang tidak bisa di perkirakan sebelumnya. Namun, kita bisa belajar apa yang menyebabkan terjadinya banjir dan apa akibat banjir. Kita juga mengetahui daerah-daerah yang rawan akan terjadi banjir.
Masyarakat haruslah memulai untuk melakukan sedikit tindakan yang akan bisa menguranggi atau mencegah datangnya banjir dengan tidak membuang sampah di sungai dan harus memperhatikan penyebab-penyebab terjadinya banjir seperti.


-                       Curah hujan yang tinggi sehingga sungai tidak dapat menampung air hujan sehingga meluap dan melimpah.
-          Hutan gundul, hutan yang gundul tidak akan mampu menyerap air hujan. Karena tidak ada yang menyerap, air yang turun ke tempat yang rendah bersama  tanah. Akhirnya, terjadi banjir yang biasa kita sebut banjir bandang.
-          Aliran air, yang tersumbat. Kebiasaan manusia yang suka membuang sampah sembarangan di sungai dapat menimbulkan malapetaka. Pada saat hujan turun, air tidak bisa mengalir dan akhirnya meluap dan terjadilah banjir.
       Bencana banjir lebih banyak di sebabkan dan terjadi karena ulah manusia itu sendiri. Pengelolaan alam yang tidak benar akan menyebabkan banjir, Karena itu marilah bersama untuk menjaga lingkungan dengan baik dan benar(KAMPANYE LINGKUNGAN HIJAU CONSERVATION,”STOP BUANG SAMPAH DI SUNGAI”)

Kamis, 02 Oktober 2014

GEJALA SOSIAL KIAMAT BAGI LINGKUNGAN






Fhoto pertambangan emas di Perentak Kabupaten Merangin hasil bidikan kamera hijau conservation

       Kita telah belajar tentang gejala alam seperti gempa bumi dan gunung berapi semua itu adalah contoh gejala alam. Bagaimana dengan gejala sosial..?
Gejala sosial adalah semua peristiwa yang di buat dan di lakukan oleh manusia. Gempa bumi bukanlah gejala sosial karena manusia tidak bisa membuat gempa bumi. Begitu juga dengan gunung berapi. Sebaliknya, kemiskinan termasuk gejala sosial karena perbuatan manusia itu sendiri.
Gejala alam dan gejala sosial memiliki hubungan, baik secara langsung maupun tidak langsung.           
Orang yang tinggal di daerah gersang, biasanya lebih tekun bekerja dan amat menghargai tanah yang subut. Tetapi karena tanah yang dimiliki gersang, penghasilan mereka menjadi sedikit. Akhirnya, orang menjadi miskin sehingga memunculkan gejala sosial kemiskinan.banyak lagi contoh gejala sosial lainya seperti, kemiskinan, kejahatan, kependudukan, dan lingkungan hidup. Gejala lingkungan itu berpengaruh juga terhadap linkungan hidup bahkan tidak mungkin pencemaranpun akan terjadi di dalam fisik dan biologisnya yang akan dapat merugikan ekosistem manusia. Kita selaku manusia  seakan tidak peduli akan hal tersebut, karena keegoisnyalah lingkungan seakan kurang di perhatikan.
        Masalah pencemaran dapat di bedakan menjadi pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran budaya. Pencemaran lingkungan biasanya merupakan akibat dari tindakan manusia. Misalnya, pencemaran udara dapat terjadi akibat asap berlebihan yang dihasilkan oleh pabrik dan kendaraan bermotor.